1.Pengertian Atom
Pengertian Atom adalah judul kali ini.“Atom” kata ini berasal dari bahasa yunani atomos yang berarti tidak dapat dipotong. Sesuai pengertian tersebut,Atom-atom adalah partikel penyusun semua benda yang berukuran sangat kecil. Di dalam atom juga terdapat sub-atom, yaitu partikel penyusun atom yang ukurannya lebih kecil. Sulit bagi kita untuk membayangkan seberapa kecil atom ini, satu titik yang ada di akhir kalimat ini saja memiliki panjang sekitar 20 juta atom. Setiap atom memiliki inti, yang terdiri dari proton dan neutron, serta elektron yang bergerak cepat di sekitar inti. Elektron-elektron ini terdapat pada tingkatan energi yang berbeda-beda, yang disebut kulit, tiap kulit memiliki jumlah batas untuk elektron, apabila elektron di kulit pertama sudah memenuhi batas, maka elektron akan memenuhi kulit kedua dan seterusnya.
2.Teori Elektron
Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai e-. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui, sehingga ia dipercayai sebagai partikel elementer. Elektron memiliki massa sekitar 1/1836 massa proton.
3.Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan objek bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah.
4.Hambatan Listrik
Hambatan listrik adalah sesuatu yang menahan aliran listrik. Hambatan listrik sering disebut juga dengan resistansi, mengacu pada istilah bahasa inggris Resistance yang berarti hambatan. Pada dasarnya setiap material memiliki hambatan listrik. Sebuah konduktor yang cenderung menghantarkan listrik memiliki hambatan yang kecil dan sebuah isolator yang tidak bisa dialiri listrik memiliki hambatan yang besar.
Simbol dan Satuan Hambatan Listrik
Nilai hambatan listrik dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω). Kata Ohm diambil dari nama fisikawan jerman Georg Simon Ohm, yaitu orang yang menemukan hubungan antara tegangan arus dan hamabatan listrik yang dikenal dengan Hukum Ohm. Satuan Ohm juga bisa ditulis dengan tanda Ω, yaitu karakter Omega dalam susunan abjad latin.
Simbol hambatan listrik ditulis dengan huruf R, singkatan dari Resistance. Dalam praktek elektronika sehari-hari, huruf "R" juga sering digunakan untuk menyebut komponen resistor, yaitu komponen elektronika yang berfungsi sebagai hambatan.
Simbol hambatan listrik ditulis dengan huruf R, singkatan dari Resistance. Dalam praktek elektronika sehari-hari, huruf "R" juga sering digunakan untuk menyebut komponen resistor, yaitu komponen elektronika yang berfungsi sebagai hambatan.
Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya kuat arus yang mengalir diantara dua titik berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua titik tersebut. Karena arus yang mengalir berbanding terbalik dengan hambatan listrik antara dua titik tersebut maka dapat dinyatakan bahwa kuat arus yang mengalir sama dengan tegangan listrik dibagi hambatan listrik.
Penerapan hukum Ohm merupakan sesuatu yng paling mendasar saat kita belajar elektronika. Dengan mengacu pada hukum Ohm dapat dilakukan perhitungan-perhitungan lanjut untuk merancang sebuah rangkaian berdasarkan rumus diatas.
Resistansi vs Konduktansi
Resistansi atau hambatan listrik berbanding terbalik dengan konduktansi atau hantaran. Jika resistansi merupakan nilai seberapa besar menghambat arus listrik, maka konduktansi merupakan nilai seberapa besar menghantarkan arus listrik. Dengan prinsip ini dapat dirumuskan bahwa besarnya konduktasi berbanding terbalik dengan resistansi. Satuan konduktansi dinyatakan dalam siemens (S) dan ditulis dengan simbol G.
![]() |
| Rumus Konduktansi |
Hambatan Kawat
Nilai hambatan sebuah kawat ditentukan oleh hambat jenis kawat (Ρ), panjang kawat (l) dan luas penampang kawat (A). Besarnya hambatan berbanding lurus dengan panjang dan berbanding terbalik dengan luas penampang. Penyataan ini tertuang dalam hukum Pouillet yang ditemukan oleh Claude Pouillet, seorang fisikawan asal negara Prancis.
Berdasarkan rumus diatas, dapat dinyatakan bahwa sebuah kawat (dari jenis yang sama) yang lebih panjang memiliki hambatan listrik yang lebih besar dan sebuah kawat dengan luas penampang lebih besar memiliki hambatan yang lebih kecil.
Mengukur Hambatan Listrik
Pada awalnya dulu, hambatan listrik diukur menggunakan rangkaian jembatan Wheatstone yang ditemukan oleh Samuel Christie pada tahun 1833 dan disempurnakan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843. Dengan jembatan Wheatstone dapat diperoleh nilai hambatan listrik yang presisi khususnya untuk nilai hambatan yang kecil.
![]() |
| Contoh Multimeter Analog |
Kini, untuk mengukur hambatan listrik kita menggunakan alat ukur Ohmmeter yang kebanyakan sudah diintegrasikan dalam alat ukur Multimeter. Prinsip kerja Ohmmeter analog berbanding terbalik dengan pengukuran arus dan tegangan. Jika saat mengukur tegangan nilai yang lebih besar berada di kanan maka saat mengukur hambatan listrik, nilai hambatan listrik yang lebih besar akan berada disebelah kiri.



